etika pergaulan wanita dalam islam

Etika Pergaulan Wanita Dalam Islam


shafira.com

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S An-Nur 30:31)

Jika kita tepat dalam menyimak dan mengamalkan ayat diatas tersebut, maka kita sebagai wanita seharusnya sudah paham apa-apa saja yang harus dilakukan dan dihindari dalam bersikap dan bergaul. Pertanyaannya adalah, apakah Anda sudah mengetahui Etika Pergaulan Wanita Dalam Islam terutama dengan lawan jenis?

etika pergaulan wanitaDalam ayat tersebut, telah nyata diutarakan bahwa bukan hanya bagian kepala saja yang harus dihijabkan tapi juga wanita wajib menghijabkan seluruh dirinya, dalam hal ini adalah menghijabkan sikap. Sasa Esa Agustiana, atau akrab disebut Teh Sasa yang juga merupakan seorang istri dari Ustad Aam Amirudin menjelaskan, bahwa ada 4 point utama etika pergaulan wanita dalam islam:

  1. Paham Batas-Batas Berkomunikasi

Contoh kasus: Ketika seorang wanita single mendengarkan seorang lawan jenis yang sudah berkeluarga curhat, maka kita cukup menjadi pendengar yang baik. Beri solusi positif yang mengarahkan lelaki tersebut untuk terus memperkuat keimanannya serta kecintaan pada Allah dan keluarganya. Tidak memberikan respon negatif, berbicara santun dan hindari kesempatan yang dapat menimbulkan fitnah.

  1. Jaga Pandangan dan Aurat

Tidak bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Sebuah hadits pun menyatakan “Tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (H.R Bukhari dan Muslim). Hindari pandangan kedua dengan lawan jenis. Dalam hal ini ketika ketika berpapasan dengan lawan jenis yang wajahnya menarik, maka kita tidak boleh memandang terlalu lama karena akan menimbulkan jinah mata.

  1. Tidak Melakukan Ikhtilat

Yakni berbaur antara pria dengan wanita. “Rasulullah SAW pernah keluar dari mesjid, pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita dijalan, maka beliau berkata “Mundurlah kalian (kaum wanita) bukan untuk kalian bagi tengah jalan, bagian kalian adalah pinggir jalan”. Maksudnya adalah wanita tidak boleh berjalan bersamaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

  1. Terapkan dalam diri bahwa Rahmat Allah lebih menggoda.

Kenikmatan duniawi memang menggoda, tapi percayalah ada hal lain yang lebih menggoda yaitu Rahmat dari Allah SWT. Jika kita dapat terus berada di jalan Allah, maka Dia pun akan memberikan nikmat yang lebih dari sekedar nikmat. Seorang wanita baik akan diberikan pasangan yang baik pula. Seorang hawa pasti ingin mendapatkan adam yang sholeh bukan? Maka pantaskan diri dan berusahalah untuk menjadi Wanita mulia dihadapan Allah, berdoa dan berikhtiarlah agar Allah memberikan apa yang Anda inginkan.

Yang terpenting adalah tetaplah berada dalam zona yang telah ditentukan Allah melalui Al-qur’an dan Al-hadits. Jika seorang wanita dapat menjaga dan menghormati dirinya sendiri dalam lingkungan pergaulannya, maka Insya Allah tidak akan terjerumus dalam pergaulan yang salah.

SNN

Source: Kajian Keputrian Shafira Bersama Teh Sasa