Belajar Cara Mendidik Anak dari Sosok Lukman Al-Hakim

Belajar Cara Mendidik Anak dari Sosok Lukman Al-HakimBelajar Cara Mendidik Anak dari Sosok Lukman Al-Hakim


shafira.com

Lukman Al-hakim adalah satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, namun kisah hidupnya diabadikan dalam Al-quran karena penuh hikmah.

Allah menjadikan Luqman Al-Hakim sebagai sosok orang tua panutan dan mencantumkan kisahnya dalam Al-Qur’an. bahkan Allah mengabadikan namanya menjadi sebuah nama surat dalam Al-Qur’an yaitu surat Luqman (surat ke 31).

Dan diantara kisah-kisah tentang Luqman Al-Hakim, secara khusus Allah mencantumkan nasehat Luqman kepada anaknya , yaitu :

  1. Nasihat Pertama yang Luqman berikan kepada anaknya adalah tentang tauhid. yaitu mengesakan Allah dengan ibadah dan cinta, bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi dan satu-satunya yang dicintai, sedangkan cinta kepada yang lainnya hanyalah praktek dari perintah Allah untuk mencintai yang lainnya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
  2. Nasihat kedua Berbuat baiklah kepada kedua orang tua
  3. Nasihat ketiga, Luqman membekali anaknya dengan didikan iman dan adab. Pada ayat 16 dan 17, Luqman menasehati anaknya tentang bagaimana ketika hendak melakukan sebuah perbuatan haruslah ingat bahwa setiap perbuatan baik atau buruk pasti akan dibalas oleh Allah. Kemudian Luqman memerintahkan anaknya untuk beribadah dalam bentuksholat, memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk, dan sabar atas apa-apa yang menimpa. Inilah pendidikan iman yang Luqman tanamkan kepada anaknya.
  4. Dan Nasihat ke empat di ayat 18-19, Luqman menasehati anaknya agar tidak sombong yaitu dengan merendahkan atau menganggap remeh orang lain, dan mengajarinya bagaimana cara berjalan yang baik dan bertutur kata yang santun. Ini adalah pendidikan adab yang Luqman ajarkan kepada anaknya.

Sudahkah kita membekali anak-anak kita sebagaimana yang Luqman bekalkan kepada anaknya? apakah kita lebih takut jika anak kita nantinya tidak bisa makan dari pada takut jika anak kita akan mensekutukan Allah? dan sudahkah kita tanamkan pada diri anak-anak kita untuk selalu bersikap baik dan santun kepada siapa saja?

Baik buruknya mereka adalah hasil bagaimana cara kita mendidik dan mengarahkan mereka, bukan hasil dari sekolah atauyangLainnya. karena mereka adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Mari belajar dari sosok Lukman Al-Hakim, Belajar menjadi sosok orang tua bijak yang penuh hikmah

MSF

Source: fleximedia.comshafira.com

Lukman Al-hakim adalah satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, namun kisah hidupnya diabadikan dalam Al-quran karena penuh hikmah.

Allah menjadikan Luqman Al-Hakim sebagai sosok orang tua panutan dan mencantumkan kisahnya dalam Al-Qur’an. bahkan Allah mengabadikan namanya menjadi sebuah nama surat dalam Al-Qur’an yaitu surat Luqman (surat ke 31).

Dan diantara kisah-kisah tentang Luqman Al-Hakim, secara khusus Allah mencantumkan nasehat Luqman kepada anaknya , yaitu :

  1. Nasihat Pertama yang Luqman berikan kepada anaknya adalah tentang tauhid. yaitu mengesakan Allah dengan ibadah dan cinta, bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi dan satu-satunya yang dicintai, sedangkan cinta kepada yang lainnya hanyalah praktek dari perintah Allah untuk mencintai yang lainnya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
  2. Nasihat kedua Berbuat baiklah kepada kedua orang tua
  3. Nasihat ketiga, Luqman membekali anaknya dengan didikan iman dan adab. Pada ayat 16 dan 17, Luqman menasehati anaknya tentang bagaimana ketika hendak melakukan sebuah perbuatan haruslah ingat bahwa setiap perbuatan baik atau buruk pasti akan dibalas oleh Allah. Kemudian Luqman memerintahkan anaknya untuk beribadah dalam bentuksholat, memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk, dan sabar atas apa-apa yang menimpa. Inilah pendidikan iman yang Luqman tanamkan kepada anaknya.
  4. Dan Nasihat ke empat di ayat 18-19, Luqman menasehati anaknya agar tidak sombong yaitu dengan merendahkan atau menganggap remeh orang lain, dan mengajarinya bagaimana cara berjalan yang baik dan bertutur kata yang santun. Ini adalah pendidikan adab yang Luqman ajarkan kepada anaknya.

Sudahkah kita membekali anak-anak kita sebagaimana yang Luqman bekalkan kepada anaknya? apakah kita lebih takut jika anak kita nantinya tidak bisa makan dari pada takut jika anak kita akan mensekutukan Allah? dan sudahkah kita tanamkan pada diri anak-anak kita untuk selalu bersikap baik dan santun kepada siapa saja?

Baik buruknya mereka adalah hasil bagaimana cara kita mendidik dan mengarahkan mereka, bukan hasil dari sekolah atauyangLainnya. karena mereka adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Mari belajar dari sosok Lukman Al-Hakim, Belajar menjadi sosok orang tua bijak yang penuh hikmah

MSF

Source: fleximedia.com