3jenis-puasa-medis

3 Jenis Puasa Medis Untuk Wanita

shafira.com

Cukuplah kiranya bagi anak Adam beberapa suap makanan unutk menegakkan tulang sulbinya. Jika ia tak mampu melakukannya, maka seperti (perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga sisanya untuk nafasnya. (HR. Tirmidzi)

Nikmat sehat adalah salah satu karunia yang patut kita syukuri, dan menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk wujud syukur kita. Namun tidak jarang kita sering lupa untuk menjaga amanah ini padahal sehat adalah rezeki yang tidak bisa dinilai dengan materi .Terkadang kita baru tersadar betapa berhaganya nilai sehat itu ketika Allah menguji kita dengan sakit.

Puasa merupakan salah satu bagian dari gaya hidup sehat yang dianjurkan Rasulullah SAW, selain sebagai bentuk ibadah, ternyata puasa dapat menjaga pola kesehatan lebih baik dibanding penjagaan kesehatan dengan diet ala barat. Kini telah ditemukan 3 jenis puasa medis yang dikembangkan untuk membantu proses pembersihan darah, pembebasan lemak dan memperindah kulit maupun rambut.

  1. Puasa anggur

Berpuasa dari segala macam makanan selain perasan anggur putih murni yang ada dirumah, disertai dengan minum air bila diperlukan, dalam kurun waktu 3-5 hari. Puasa ini bermanfaat untuk membersihkan kulit dan berbagai permasalahan liver.

  1. Puasa susu segar

Dilakukan dalam kurun waktu 3 hari, untuk mengobati luka pada usus besar (anat). Caranya, dengan mengkonsumsi susu segar atau susu biasa dalam kurun waktu 3 hari. Puasa ini juga bermanfaat untuk mengatasi permasalahan penyumbatan cairan dalam tubuh yang biasanya menyebabkan pembengkakan bagian luar tubuh.

  1. Puasa Nasi

Puasa ini dilakukan untuk mengembuhkan radang persendian. Caranya, dengan mengkonsumsi nasi yang dimasak dengan air, minyak dan garam, dalam kurun waktu 10 hari, disertai dengan minum air. Juga disarankan agar dilakukan pemijitan pada (persendian tersebut) dengan menggunakan minyak (minyak zaitun atau minyak habbatus sauda), atau minyak jenis apa saja dengan ditambahkan bawang putih.

Sungguh, kita sama sekali tidak memerlukan diet ala barat. Dari sekarang marilah kita mengikuti penjagaan kesehatan ala Muhammad. Namun, puasa ini tidak dianjurkan untuk dipraktikan oleh ibu hamil, ibu yang sedang menyusui dan wanita yang sedang mengalami menstruasi.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat

MSF

Source : Engkau Istri Jempolan

 

About the Author